Petunjuk Teknis Lomba Gegiritan dan Tetembangan

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

PENGUMUMAN

Kisi-kisi UKK SMPN Kabupaten Kediri Tahun 2011-2012 dapat di unduh di blog roll (link) pada masing-masing MGMP semua mata pelajaran, silahkan masuk ke link  MGMP mata pelajaran yang berada di widget samping halaman ini. lalu silahkan unduh. Trimakasih.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pengalaman Luar Negeri Para Penjaga Toko

Posted on 9 Juli 2011 by Iman Supriyono| Tinggalkan komentar

Pengalaman Luar Negeri Para Penjaga Toko

oleh: Iman Supriyono, konsltan bisnis dan keuangan pada SNF Consulting, http://www.snfconsulting.com

Ada dua baris antrian di konter check in Citilink menuju Jakarta di Juanda pagi itu. Yang sebelah kanan lebih pendek dari yang kiri. Saya pun memilih antri di baris kanan. Tetapi, ternyata saya keliru. Salah satu orang di sebelah kanan antri check in untuk rombongan yang berjumlah 27 orang. Lengkap dengan begasi yang bejibun. Dibutuhkan waktu lebih lama dari pada antrian kiri.

Semula saya hampir tidak sabar. Terbesit untuk pindah antrian ke baris kiri. Tetapi ada sesuatu yang menarik pada rombongan 27 orang tadi. Jadilah saya ngobrol dengan mereka yang penuh informasi menarik.

Ternyata, 27 orang tersebut adalah rombongan wisata dengan tujuan Guang Zou, Republik Rakyat China. Untuk perjalanan itu mereka harus transit di jakarta dengan Garuda Citilink. Rombongan berasal dari sebuah perusahaan toko perlengkapan bayi yang juga dikenal dengan baby shop. Kebetulan saya juga pernah berbelanja di toko mereka.

Yang saya tidak tahu sebelumnya, ternyata toko perlengkapan bayi ini memiliki 2 outlet di Surabaya dan 4 outlet di Jakarta. Bahkan toko ini juga memasok aneka produk perlengkapan bayi ke toko-toko lain. Menjadi distributor perlengkapan bayi. Pendek kata, perusahaan ini menjadi spesialis perlengkapan bayi yang sukses.

Dari kawan ngobrol yang sudah bekerja hampir sepuluh tahun ini saya kemudian tahu bahwa sang bos juga ikut dalam rombongan itu. Segeralah saya mendekatinya dan mengulurkan tangan. Ucapan selamat pun saya sampaikan dengan sepenuh hati, “Selamat…..Anda telah memberi para penjaga toko pengalaman luar negeri!”



Pembaca yang baik, pengalaman luar negeri adalah sesuatu yang sangat penting. Banyak sekali pelajaran dengannya. Banyak inspirasi yang bisa diperoleh. Kita juga tidak akan bisa memamahi arti negara dengan baik kecuali sudah pernah bepergian ke luar negeri.

Bagi banyak orang, bepergian ke luar negeri adalah sebuah kemewahan. Apalagi bagi para pramuniaga sebuah toko perlengkapan bayi seperti rombongan seantrian check in tadi. Maka, yang dilakukan bos toko perlengkapan bayi ini adalah sesuatu yang luar biasa. Secara bergiliran, perusahaan memberengkatkan para karyawannya berwisata ke laur negeri. Yang saya temui di juanda adalah sekitar sepertiga dari 150-an karyawan jaringan toko ini.

Dari dialog dengan sang bos, saya merasakan sebuah kekuatan visi luar biasa. Visi untuk membangun jaringan toko perlengkapan bayi berkelas nasional. Bagi bos ini, baiknya pelayanan adalah sebuah keniscayaan. Karyawan yang menjadi tulang punggung pelayanan haruslah terus ditingkatkan kapasitasnya. Sesuatu yang sangat terkait dengan wawasan. Pengalaman luar negeri bagi para pramuniaga adalah upgrading kapasitas yang luar biasa. Penjaga toko berpengalaman luar negeri!

Saya membayangkan tidak lama lagi toko ini akan menjadi jaringan baby shop yang menyebar ke berbagai kota. Akan menjadi seperti minimarket Indomaret dan Alfamart di bidang perlengkapan bayi. Saat ini, di setiap kota hampir pasti ada toko perlengkapan bayi. Namun demikian, belum ada yang berjaringan nasional sekelas Alfamart atau Indomaret. Mereka bisa! Suatu saat nanti, semoga akan ada Anda para pembaca yang bisa saya beri ucaman seperti di counter Citilink tadi. Selamat…Anda telah memberi para penjaga toko pengalaman luar negeri!

tulisan ini pernah dimuat di majalah Yatim, terbit di Surabaya

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kampung Bahasa Inggris Luar Biasa: Pare

Kampung Bahasa Inggris Luar Biasa: Pare Posted on 12 Juli 2011 by Iman Supriyono| Tinggalkan komentar i Rate This Quantcast Pare oleh Iman Supriyono, konsultan pada SNF Consulting, http://www.snfconsulting.com Sebagaimana kawan kawan sebaya, saya belajar bahasa Inggris mulai kelas satu SMP. Tiap pekan satu atau dua kali pertemuan dengan durasi masing masing kurang lebih satu setengah jam. Pelajaran itu ber langsung terus mulai kelas satu sampai kelas tiga. Bahkan semasa SMA pelajaran ini juga tetap berjalan dengan intensitas yang kurang lebih sama. Total 6 tahun belajar bahasa Inggis seminggu sekali atau dua kali terus menerus. Berapa persen dari para murid kawan kawan saya yang begitu lulus SMA bisa berbahasa Inggris? Pangamatan saya, ternyata tidak banyak. Tidak sampai 10% yang lancar berbahasa inggris pasif maupun aktif. Saya sendiri alahamdulillah termasuk yang 10% itu. Salah satu variasbelnya adalah karena disamping pelajaran di kelas, saya juga belajar secara aktif di luar kelas dengan mendirikan klub percakapan bahasa inggis. Salah satu kegiatan klub itu misalnya adalah dengan mencegat para turis di restoran restoran transit yang kebetulant banyak terdapat di kawasan Caruban, Madiun, tempat tinggal saya ketika itu. Lalu bagaimana yang 90% lainnya? Apa saja yang dilakukan selama 6 tahun seminggu sekali atau dua kali belajar bahasa inggris? inilah masalahnya. Bagaimana masyarakat menganggapi masalah ini? Macam macam. Banyak yang kemudian mencela proses pendidikan di sekolah. Ada juga yang “agak positif” dengan menimpakan kesalahan pada para siswa. Para siswa tidak memanfaatkan proses pembelajaran sebaik baiknya. Maka, hasilnya pun parah. Terhadap peristiwa apapun, selalulah ada dua kutub penyikapan. Ada yang positif, ada yang negatif. Sebagai murid, alhamdulillah saya dulu bersikap positif. Merasa kurang praktik selama di kelas, saya lengkapi bersama kawan kawan secara gratis pula dengan membentuk klub belajar bahasa inggris. Hasilnya….ya alhamdulillah minimal bisa menjadi sarana untuk berkomunikasi pasif maupun aktif hingga saat ini. Murid yang negatif? Mereka pasrah terhadap sistem pemebalajaran yang ada. Tidak ada minat untuk melengkapi proses pembelajaran dengan apa yang ada. Maka, proses pembelajaran berbahasa Inggris berjalan selama enam tahun nyaris tanpa bekas apapun. Tetap tidak bisa berbahasa inggris. Masyarakaat pada umumnya pun terbagi menjadi dua kelompok penyikapan. Yang negatif akan mencaci sekolah. Menimpakan kesalahan pada proses pendidikan di sekolah. Menganggap proses belajar yang dibiayai oleh negara dengan uang rakyat berjalan sisa sia. Yang positif? Ini adalah peluang raksasa untuk mendirikan kursus bahasa inggris. ♦♦♦♦ Pare Juli 2009. Bus telah masuk kota kecil di Kabupaten Kediri ini. Si sulung yang saya temani sejak awal telah menyampaikan kepada supir agar di turunkan di BEC. BEC adalah nama sebuah kursus bahasa Inggris terkenal di Pare. Maka, begitu kondektur berteriak menyebut BEC, saya dan si sulung pun turun dari bus bersama banyak penumpang lain. Nampaknya, BEC telah menjadi suatu penanda penurunan penumpang di kota Pare. Segeralah saya bersama si sulung menghampiri abang beca. Begitu menyebut BEC, abang beca pun langsung melaju. Sepertinya abang beca sudah sangat terbiasa mengantarkan penumpang yang baru turun dari bus menuju BEC. Nampak pula BEC adalah sebuah tujuan yang sangat familiar bagi para supir bu, abang beca dan orang orang angkutan umum apapun. Maka, tidak lama kemudian saya pun turun di sebuah perkampungan luar biasa. Sepanjang perjalanan dan sejauh mata memandang, yang tampak adalah suasana belajar. Para pemuda sedang asyik belajar di berbagai sudut kampung. Belajar bahasa dengan latar aneka kursus bahasa inggris dan bahasa bahasa lain yang menjamur. Suasanya persis lingkungan sebuah kampus perguruan tinggi besar. Warung khas mahasiswa, rental komputer, warung internet, kios isi ulang pulsa, toko buku. Lengkap. Persis suasana kampung sekitar kampus-kampus besar seperti ITS, Unair, UGM, UI dan perguruan perguran tinggi lain. Pare dengan BEC dan kampung bahasa adalah sebuah sebuah sikap positif. Sikap tepat terhadap kekurangan dunia pendidikan kita. Kelemahan dalam pendidikan bahasa Inggris ditangkap sebagai sebuah peluang bisnis. Kemampuan menangkap peluang Pare tidak kalah denan lembaga lembaga kursus bahasa Inggris besar seperti EF, ILP, Kelt dan sebagainya. Bahkan Pare lebih fenomenal karena berkumpulnya puluhan lembaga kursus aneka bahasa dalam satu perkampungan. Maka….masyarakat pun merasakan manfaat ekonominya. Dalam perjalanan dan ngobrol dengan abang beca, saya mendapat informasi bahwa keberadaan kursus bahasa inggris dan aneka bahasa lainnya telah benar benar menagkat perekonomian masyarakat sekitar. Rumah rumah yang dulunya sedernana dan bahkan apa adanya kini telah berubah. Rumah rumah megah dan cantik menghiasi setiap gang di perkampungan. Bahkan angkutan umum pun penuh dengan penumpang dari dan ke perkampungan bahasa yang muridnya berasal dari berbagai daerah di tanah air ini. Apa keunggulan kampung bahasa Pare dibanding kursus bahasa lainnya? Banyak diantara yang terpenting: harga murah, rata rata sekitar Rp 100 ribu per bulan sehari masuk dua kali senin sampai jum’at. Makanan murah, rata rata sekitar rp 4 ribu sekali makan. Biaya kos juga murah, sekitar Rp 100 ribu perbulan. Biaya makin terasa murah karena setiap siswa bisa memilih beberapa program sekaligus di berbagai lembaga kurus yang ada sesuai dengan kebutuhan. Inggris, arab, jepang, korea, mandarin adalah contoh kursus bahasa asing yang ada di kampung ini. Bukan hanya dari segi bahasa, tiap tiap kursus juga memiliki program yang berbeda beda. Ada yang ahli di percakapan, ada yang spesialis tata bahasa, ada yang spesialis penulisan dan sebagainya. Maka…jangan heran bila kampung bahasa Pare tidak kalah dengan lembaga lembaga kursus besar di kota kota besar. Bahkan tidak kalah juga dengan lembaga kursus besar yang berasal dari luar negeri. Kampung bahasa Pare memberi banyak pelajaran. Selalu ada tempat bagi yang berfikir positif. Selalu ada cara untuk unggul. Selalu ada strategi untuk menang. Bahkan ketika pesaing tampak lebih hebat sekalipun. Unggul dengan sesuatu yang sederhana. Unggul dan bermanfaat bagi sesama. Ayo! tulisan ini pernah dimuat di majalah muslim, terbit di surabaya

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Dua Puluh Tahun Untuk Si Cumlaude

Guru Goblok Ketemu Murid Goblok: Dua Puluh Tahun untuk Si Cumlaude

 

Dua Puluh Tahun Untuk Si Cumlaude

oleh Imah Supriyono, konsultan pada SNF Consulting, http://www.snfconsulting.com

Minggu lalu saya hadir pada acara peluncuran sebuah buku. Mission Ini Possible. Itulah judul buku yang menjadi “pemeran utama” acara ini. Sebuah buku yang lahir dari pengalaman pribadi penulisnya. Pengalaman malang melintang Misbahul Huda dalam bisnis percetakan nasional.

Bukan seperti peluncuran buku pada umumnya. Peluncuran kali ini benar benar dikemas serius. Disiarkan oleh JTV. Penuh hiburan. Tidak kurang dari dalang wayang suket Slamet Gundono. Dalang humoris yang tiap minggu mengisi kolom wayang di Jawa Pos dengan nama pena Slametg.

Saya diundang dengan sebuah tugas sederhana: mengajukan pertanyaan. Sebagaimana layaknya peluncuran buku, tentu acara ini juga ada sesi diskusi. Tanya jawab seputar isi buku. Karena kemasan acaranya didesain penuh daya tarik, maka pertanyaannya pun harus menarik. Wajib menarik.

Sebuah permintaan yang menyenangkan. Memang, setiap ikut diskusi, seminar, atau forum apapun, saya selalu mewajibkan diri untuk mengajukan pertanyaan menarik. Pertanyaan yang memacu kreasi penjawab. Pertanyaan yang menjadikan forum lebih hidup. Saat di bangku sekolah pun, saya pegang kuat kuat sebuah prinsip. Seorang guru atau dosen tidak akan saya biarkan berlalu dari depan kelas kecuali sudah saya beri sebuah pertanyaan.

Setalah Pak Huda memaparkan bukunya, saya pun mencari-cari ide. Apa kira kira pertanyaan yang menarik. Munculah sebuah gagasan. Selama acara terungkap bahwa si penulis yang mengundang saya adalah sarjana elektro UGM yang lulus dengan predikat cumlaude. Otaknya encer bangeeets.

Menariknya, ia selalu menekankan tentang proses pembelajarannya yang panjang. Belajar pada seorang guru sekaligus Sang Bos: Dahlan Iskan. Belajar mulai dari dari nol dua puluh tahun lalu hingga menjadi direktur utama PT Temprina Media Grafika dan PT Adiprima. Masing masing adalah perusahaan percetakan dan produsen kertas grup Jawa Pos berasset bilangan Trilyun dengan ribuan karyawan.

Dua puluh tahun? Ya. Apa hasilnya? Pak Huda menyatakan bahwa ia pun baru berani memberi angka 95 untuk prestasinya. Belum 100. Inilah sebuah kontradiksi menarik. Seorang cumlaude teknik elektro dari perguruan tinggi besar paling senior di tanah air membutuhkan waktu 20 tahun untuk menangkap pelajaran dari gurunya. Pertanyaannya: siapa yang “goblok”, gurunya apa muridnya? Dua puluh tahun amat?

Karena kebetulan Sang Guru juga hadir sebagai pembahas, pertanyaan ini dijawab sekaligus oleh keduanya. Murid-guru yang sama sama maniak pecel madiun. Jawabanya juga sangat menarik. Si murid menjawab bahwa begitulah perbedaan antara belajar teori (di kampus) dan belajar praktek (membangun perusahaan dari nol hingga berkelas nasional). Belajar teori cepat, belajar praktek tentu jauh lebih lambat. Sang Guru menjawab bahwa dirinyalah yang “goblok”. Ia mendidik tak terstruktur. Mendidik tanpa metode seperti yang diajarkan di fakultas pendidikan.

Pembaca yang antusias, beginilah memang proses membesarkan sebuah perusahaan. Butuh waktu lama. Bahkan lama bangeeeets. Nestle butuh waktu 142 tahun untuk menyajikan Dancow, Nescafe, Carnation, Susu Cap Nona, dan lain lain seperti yang bisa Anda nikmati saat ini. Gerhard Philips butuh waktu 118 tahun untuk bisa memenuhi kebutuhan aneka lampu listrik bagi warga seluruh seluruh dunia sejak merintis usahanya pada 1891 di Eindhoven Negeri Belanda. Liem Seeng Tee butuh waktu 95 tahun untuk menyajikan Djie Sam Soe dan A Mild sejak merintisnya di Surabaya pada tahun 1913. Berpuluh puluh tahun dan bahkan ratusan tahun dengan ketekunan dan fokus luar biasa. Anda sudah fokus? Anda sudah berapa tahun?

tulisan ini pernah dimuat di majalah Matan, terbit di Surabaya

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

CONTOH BLANKO IJAZAH (SMA)

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

KEGIATAN SISWA SMP KABUPATEN KEDIRI Sm 2 2010-2011

Kalender Kegiatan siswa sm2

Kalender Kegiatan siswa SMP Kab Kediri smester 2 Th 2010-2011

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar